Alzheimer Demensia

Gambaran Umum

Alzheimer selama ini dikaitkan dengan gangguan di otak. Berkurangnya kadar myelin dan serotonin, neurotransmitter otak, membuat alur komunikasi antar sel-sel saraf jadi terganggu. Sebab neurotransmitter adalah senyawa otak yang menjadi jembatan antar sel saraf. Sekitar 60-70 persen dari kasus demensia atau pikun merupakan Alzheimer, sehingga orang menyebutnya juga sebagai alzheimer demensia.

Diperkirakan sekitar 5,5 juta orang di Amerika Serikat menderita Alzheimer. Setiap 66 detik, satu orang lagi di AS didiagnosis menderita penyakit ini.

Di negeri Paman Sam itu, alzheimer menjadi penyakit penyebab utama kematian tertinggi keenam. Selain soal nyawa, penyakit tersebut juga membawa konsekswensi sosial dan emosional. Biaya perawatannya yang mahal dan lama, sehingga dapat mengganggu perekonomian keluarga dan negara.

Penyakit ini lebih banyak menimpa para orang tua. Sebab pada usia tersebut terjadi gangguan pada beta amiloid. Protein tersebut menggumpal sehingga merangsang kematian sel-sel otak. Beta-amiloid adalah fragmen lengket protein prekursor amiloid, yang berada di jaringan lemak yang mengelilingi sel otak, atau neuron.

Banyak penyebab dan faktor risiko alzheimer. Penyakit ini bisa diturunkan. Sekitar 5 persen dari kasus alzheimer adalah faktor genetik. Artinya, alzheimer bisa diturunkan ke anak atau cucunya. Selain alzheimer, berkurangnya densitas massa tulang juga diketahui bisa menyebabkan osteoporosis.

Selain itu alzheimer sering menimpa wanita daripada pria. Kemdian pernah terjadi cedera ringan, gangguan kognitif ringan, merokok, jarang berolahraga, menderita penyakit yang diakibatkan oleh kolesterol jahat yang tinggi, obesitas dan hipertensi

Gejala

  • Sulit fokus
  • Gangguan daya ingat
  • Kesulitan memahami visuospasial
  • Disorientasi
  • Sulit terlibat dalam kegiatan yang bersifat kekeluargaan
  • Gangguan komunikasi
  • Sulit Mengambil keputusan
  • Selalu lupa menaruh barang
  • Menarik diri dari pergaulan

Terapi


Sejauh ini belum ada terapi yang ampuh mengatasi penyakit saraf dan penuaan. Obat yang ersedia sekarang hanya mengurangi gejala pikun, antara lain donepezil, rivastigmine, dan galantamine. Terapi musik di sejumlah riset terbukti bisa mengurangi gejala tersebut tapi belum menjadi standar pengobatan. Begitu pula olahraga ruitn dan nutrisi yang baik.

Karena itu, pencegahan terjadinya alzheimer memegang peranan penting. Pencegahan dilakukan sebelum usia lanjut. Pencegahan dilakukan antara lain, melakukan kegiatan yang berkaitan dengan daya ingat, seperti membaca koran, majalah, dan buku. Selain itu mengisi teka teki silang juga dapat menurunkan risiko tersebut.